Advertisement

Pasca Ramai Diberitakan, Pangulu Sahkuda Bayu Diduga Bergerak Merekrut Anggota Kelompok Tani Yang Baru

Simalungun, GM – Ramai diberitakan berbagai media, kini Pangulu yang memimpin Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun itu diduga merekrut anggota kelompok tani yang baru, dan diduga sedang berupaya mengembalikan sapi-sapi yang telah terjual.

Hal itu diketahui dari warga yang enggan disebutkan namanya, Ia mengungkapkan bahwa Pangulu beserta perangkatnya kini tengah bergerak untuk menutup kasus tersebut, dengan merekrut anggota kelompok tani yang baru, serta meminta Nopri selaku vendor untuk mencari kembali sapi-sapi yang telah terjual.

“Sekarang orang itu lagi sibuk merekrut anggota kelompok tani yang baru dan si Nopri lagi cari sapi untuk mengganti 3 sapi yang kemarin dijual,” ucapnya kepada awak media pada Jum’at (20/09/24).

Perlu diketahui, dugaan itu santer setelah adanya laporan pembelian 11 ekor sapi dengan total anggaran Rp 121 juta, serta tambahan dana Rp 41 juta untuk pembelian pakan.

Proyek itu diduga fiktif, pasalnya kelompok tani yang menerima bantuan tersebut di ketuai Oji, yang diketahui merupakan anak dari Suwito, Pangulu Nagori Sahkuda Bayu.

Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa program pengadaan sapi hanyalah kedok untuk menyelewengkan anggaran desa. dimana sebagai penerima manfaat adalah Pangulu beserta anaknya, bukan masyarakat.

Sapi-sapi tersebut diketahui di pelihara dirumah Pangulu Suwito. kemudian, Suwito beserta anaknya bergantian mencari rumput untuk makanan sapi.

Dari 11 ekor jumlah sapi yang tertuang di anggaran, dilokasi hanya ada 8 ekor sapi dewasa dan 1 anakan, yang berarti jumlahnya hanya ada 9 ekor.

Lebih lanjut warga berharap, pihak berwenang agar mengungkap kasus tersebut dengan tuntas.

“Masa iya 11 ekor sapi dikuasainya sendiri. Kalau memang ada kelompok tani, kenapa yang ngarit rumput itu pangulu sama anaknya si Oji,” pungkasnya.

Penggelapan dana desa telah menjadi masalah serius diberbagai wilayah di negeri ini, dan diperlukan tindakan tegas untuk mencegah kerugian bagi masyarakat, khususnya wilayah Kabupaten Simalungun.

Sementara itu, hingga berita ini diteruskan ke meja redaksi, Pangulu Nagori Sahkuda Bayu Suwito belum memberikan tanggapannya.