Pagi menjelang siang. Warung kopi di simpang kampung mulai ramai. Suara sendok beradu dengan gelas, sesekali diselingi deru sepeda motor…
Baca Selengkapnya

Pagi menjelang siang. Warung kopi di simpang kampung mulai ramai. Suara sendok beradu dengan gelas, sesekali diselingi deru sepeda motor…
Baca Selengkapnya
Malam itu langit kampung muram. Awan menggantung rendah. Sesekali terdengar suara petir dari kejauhan, seperti langit sedang menggerutu sebelum menumpahkan…
Baca Selengkapnya
Pagi baru saja membuka mata. Jalanan belum terlalu ramai. Di warung kopi dekat ujung simpang, asap kopi hitam mengepul pelan.…
Baca Selengkapnya
Malam itu listrik padam. Tak ada angin kencang, tak ada hujan. Entah karena apa. Orang-orang di kampung hanya saling pandang…
Baca Selengkapnya
Asap kopi hitam mengepul dari gelas. Hujan baru saja berhenti. Di warung kopi ujung simpang itu, televisi tua masih menyiarkan…
Baca Selengkapnya
Mangopi, Makkatai, Mangaramoti. Warung kopi itu penuh. Suara kursi bergeser, denting sendok menyentuh gelas, dan aroma kopi hitam yang mengepul…
Baca Selengkapnya
Warung kopi di sudut kampung itu masih ramai meski malam mulai turun. Asap kopi hitam bercampur aroma rokok menggantung di…
Baca Selengkapnya
Sore itu langit tampak redup kekuningan. Di warung kopi pinggir jalan, kipas tua berputar pelan mengusir gerah. Bau kopi hitam…
Baca Selengkapnya
“Don… pernah kau bayangkan kalau kita tiba-tiba hidup macam orang di Timur Tengah itu?” Ucok menyender di kursi plastik. Lampu…
Baca Selengkapnya
Sore itu warung kopi di pinggir jalan terlihat padat. Kipas angin tua berputar malas di langit-langit. Aroma kopi bercampur bau…
Baca Selengkapnya