Sore itu warung kopi di pinggir jalan terlihat padat. Kipas angin tua berputar malas di langit-langit. Aroma kopi bercampur bau…
Baca Selengkapnya

Sore itu warung kopi di pinggir jalan terlihat padat. Kipas angin tua berputar malas di langit-langit. Aroma kopi bercampur bau…
Baca Selengkapnya
Asap rokok bercampur aroma kopi hitam memenuhi ruangan sempit itu. Dari televisi tua di pojok ruangan, suara berita terdengar samar…
Baca Selengkapnya
“Cok, kadang yang bikin orang takut itu bukan gelapnya malam… tapi rasa tak pasti di kampung sendiri.”— Mardongan, sambil meniup…
Baca Selengkapnya
Niatnya memberi gizi, tapi di kelas justru banyak yang tersisa, apa yang sebenarnya terjadi di lapangan? “Don, kau ada dengar…
Baca Selengkapnya
“Cok, di negeri ini kadang keyakinan datang lebih cepat daripada penelitian.”— Mardongan, sambil meniup kopi panas di warung ujung simpang.…
Baca Selengkapnya
“Don,” kata Ucok pelan, suaranya tak seceria biasanya, “sudah kau dengar kabar itu?” Mardongan tak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk…
Baca Selengkapnya
Warung kopi di simpang itu masih setia. Kursinya goyang, lantainya bau ampas kopi. Tahun sudah ganti, tapi utang rokok masih…
Baca Selengkapnya
Mardongan sudah duduk dari tadi. Kopinya tinggal setengah. Pak Boy datang pelan, duduk, langsung pesan kopi hitam. “Pahit kali kopinya…
Baca Selengkapnya
“Kadang aku mikir, Cok,” kata Mardongan sambil mengaduk kopi yang sudah dingin, “kita ini warga negara atau tidak.” Ucok yang…
Baca Selengkapnya
Sore itu warung kopi agak riuh, bukan karena orangnya banyak, tapi karena hujan yang jatuh deras di atap seng. Ucok…
Baca Selengkapnya