Jakarta, GrivMedia – Langit diplomasi kembali menghangat ketika sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza dilaporkan ditangkap militer Israel. Di tengah absennya hubungan diplomatik resmi antara Indonesia dan Israel, pemerintah menegaskan tak akan tinggal diam.
Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, memastikan negara hadir untuk melindungi keselamatan seluruh WNI yang kini ditahan usai mengikuti pelayaran kemanusiaan bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam misi Global Freedom Flotilla menuju Jalur Gaza.
“Percayalah bahwa negara pasti hadir dan bertanggung jawab terhadap keselamatan warga negara kita di luar negeri,” kata Supratman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5)).
Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri RI, disebut telah membuka komunikasi intensif dengan berbagai pihak guna memastikan kondisi para WNI tetap aman dan memperoleh perlindungan hukum serta kekonsuleran.
Sementara itu, Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengonfirmasi bahwa sembilan WNI peserta misi kemanusiaan tersebut telah diamankan oleh otoritas Israel setelah armada mereka disergap di perairan menuju Gaza.
Di antara para WNI yang ditahan, terdapat tiga jurnalis media nasional yakni Bambang Noroyono, Thoudy Badai, dan Andre Prasetyo Nugroho yang tengah menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan internasional tersebut.
Indonesia juga mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak kapal dan peserta misi kemanusiaan internasional yang ditahan. Hingga kini, jalur diplomasi terus ditempuh agar seluruh WNI dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
Laporan: Tim













Leave a Reply