Samarinda, GM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda kembali menghadirkan program pembinaan keagamaan bagi warga binaan perempuan. Kali ini, pembelajaran difokuskan pada pendalaman ilmu tajwid menggunakan metode Yanbu’A yang resmi dimulai pada Rabu (7/5/2025).
Kegiatan yang digelar di Masjid At-Tawwabin ini berlangsung tertutup dan diikuti seluruh tahanan perempuan dengan antusias. Hadir membuka acara, Kepala Sub Seksi Bimbingan dan Pengelolaan (Kasubsi BHP) Elang Suryandaru menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari pemenuhan hak rohani warga binaan.
“Tujuannya tidak hanya memenuhi hak mereka dalam bidang kerohanian, tetapi juga memperlancar bacaan Al-Qur’an dari sisi makharijul huruf dan kaidah tajwid,” ujar Elang.
Program ini dijadwalkan berlangsung tiga kali dalam sepekan dan melibatkan tiga pengajar dari warga binaan sendiri yang dinilai kompeten dalam metode Yanbu’A. Rutan Samarinda sebelumnya telah bekerja sama dengan DWP PUPR dalam program serupa, namun menggunakan metode Qira’ah.
Pihak Rutan berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal positif bagi para peserta dalam menjalani kehidupan keagamaan pasca menjalani masa pidana.












