Dairi, GM – Angin kecurigaan bertiup kencang dari Dusun Kuta Bunga, Kecamatan Tiga Lingga, Kabupaten Dairi. Seorang pria ditangkap dalam penggerebekan narkoba, Jumat (22/8/2025) petang. Namun yang membuat publik terperanjat bukan sekadar sabu empat paket yang disita, melainkan pengakuan blak-blakan tersangka: barang haram itu, katanya, berasal dari seorang anggota Polres Dairi, Brigadir RT
Nama yang disebut itu, sampai kini, belum juga tersentuh pemeriksaan. Situasi ini memantik reaksi Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia Baru (DPP KOMPI B). “Publik berhak tahu. Jangan sampai ada perlindungan terhadap oknum,” kata Ketua DPP KOMPI B, Henderson Silalahi, Sabtu (30/8).
Pengakuan tersangka bukan omong kosong. Ia menyebut sabu itu siap diedarkan ke sejumlah titik, termasuk di Jembatan perbatasan Tiga Lingga–Tanah Pinem, Dusun Kampung Jawa Bawah. Biasanya, barang itu dipecah menjadi paket-paket kecil di rumahnya sebelum dilempar ke pasar gelap. Pola yang kian menguatkan dugaan adanya jaringan yang terstruktur dan terorganisir.
Sayangnya, ketika dikonfirmasi, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, hingga Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto memilih diam. Bungkam yang justru menebalkan kecurigaan publik.
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas. Kalau rakyat kecil bisa langsung digiring, kenapa nama oknum polisi yang disebut tidak segera diperiksa?” tegas Henderson.
Menurutnya, kasus ini bukan perkara sepele. Narkoba, kata dia, adalah racun yang perlahan menggerogoti masa depan generasi muda di Dairi, bahkan di Sumatera Utara. Ia mendesak Polda Sumut untuk bertindak tegas: periksa, ungkap, dan bersihkan institusi dari mereka yang mencoreng seragamnya sendiri.
Polsek Tiga Lingga memastikan penyelidikan terus berlanjut untuk menelusuri jaringan yang lebih besar. Namun, masyarakat tak ingin kasus ini berhenti pada pengedar kecil di lapangan. Sorot mata publik kini menatap tajam ke Polda Sumut. Mereka menanti bukti bahwa hukum benar-benar bekerja, bukan sekadar formalitas yang menguap bersama waktu.
Tim GrivMedia












