Samarinda, GrivMedia — Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, langkah kolaboratif terus dijalin antara lembaga pemasyarakatan dan instansi daerah. Kali ini, Selasa (7/10), Dinas Pertanian dan Perkebunan Kota Samarinda kembali mengunjungi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda, sebagai tindak lanjut dari pertemuan kerja sebelumnya.
Sebanyak tiga petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan bersama dua perwakilan vendor meninjau langsung lahan di belakang bangunan Rutan. Lahan tersebut direncanakan menjadi kawasan percontohan bagi program ketahanan pangan, sejalan dengan arahan Presiden RI, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kaltimtara.
Kunjungan ini disambut hangat oleh Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Samarinda, yang bertanggung jawab atas program pembinaan kemandirian warga binaan. Rombongan berjalan menyusuri jalan setapak menuju lokasi yang diusulkan dalam proposal bantuan, sebuah area yang akan disulap menjadi kebun hidroponik, kolam budidaya ikan, hingga kandang ternak skala kecil.
Peninjauan dilakukan secara cermat: mulai dari kontur tanah, akses air, hingga ukuran area yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Bagi pihak Rutan, proyek ini bukan sekadar menjalankan program pemerintah, melainkan bagian dari upaya memanusiakan kembali manusia, membekali warga binaan dengan keterampilan nyata sebelum mereka kembali ke masyarakat.
“Ini bukan sekadar program ketahanan pangan, tapi wadah pembinaan kemandirian. Warga binaan dilatih agar memiliki keahlian dan bisa menciptakan lapangan kerja setelah bebas nanti,” ujar Kasi Pelayanan.
Langkah ini menjadi simbol perubahan arah pembinaan di balik jeruji, dari sekadar pengawasan menjadi pemberdayaan. Dari ruang tertutup, tumbuh harapan baru: hijau, hidup, dan memberi manfaat.
Laporan: Tim GrivMedia












