Samarinda, GrivMedia— Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda, aroma pisang goreng renyah kini jadi penanda semangat baru. Dari tangan-tangan warga binaan, lahirlah “BANANAPI”, Banana Narapidana Inspiratif, keripik pisang hasil karya penuh makna tentang perubahan, kerja keras, dan harapan.
BANANAPI bukan sekadar camilan ringan. Ia adalah simbol bahwa di balik status narapidana, masih tumbuh daya cipta dan niat untuk bangkit. Dengan cita rasa gurih dan renyah, produk ini mulai dikenal sebagai hasil olahan unggulan UMKM Rutan Samarinda, diracik di dapur kecil pembinaan yang kini menjadi ruang belajar, berinovasi, dan berdaya.
Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat Astacita Presiden Indonesia serta visi Pemasyarakatan Produktif.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai kerja keras dan kemandirian kepada warga binaan. Setelah bebas nanti, mereka punya bekal keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.
Proses pembuatan BANANAPI dilakukan di bawah pengawasan petugas dan melibatkan warga binaan yang telah menjalani pelatihan pengolahan makanan ringan. Selain memberi keterampilan praktis, kegiatan ini juga memperkuat ketahanan ekonomi mikro di lingkungan Rutan.
Ke depan, pihak Rutan berkomitmen memperluas pemasaran BANANAPI melalui kerja sama dengan mitra usaha dan platform digital lokal. Dari sebuah dapur kecil di balik jeruji, Rutan Samarinda sedang menulis kisah baru: bahwa pembinaan bukan sekadar hukuman, tetapi jalan menuju kemandirian dan kemanusiaan.
BANANAPI, dari balik tembok yang membatasi, rasa kemandirian itu kini mulai tumbuh. Renyah, gurih, dan penuh makna.
Laporan: Tim GrivMedia












