Advertisement

BARA HATI Serukan Aksi Damai: Warga Siantar–Simalungun Desak Polisi Tindak Tegas Debt Collector Ilegal

BARA Hati serukan Aksi Damai

Siantar, GrivMedia — Suasana sosial di Kota Pematangsiantar memanas setelah Komunitas Barisan Rakyat Hancurkan Tindakan Ilegal (BARA HATI) mengeluarkan seruan terbuka kepada masyarakat untuk turun ke jalan dalam aksi damai, Senin, 24 November 2025. Ajakan ini disampaikan melalui konferensi pers yang bernada tegas dan penuh tekanan moral terhadap aparat penegak hukum untuk menindak praktik penarikan paksa kendaraan oleh oknum debt collector ilegal.

Dalam konferensi pers itu, BARA HATI menyebut maraknya dugaan penarikan kendaraan tanpa prosedur fidusia sah telah menimbulkan keresahan di berbagai wilayah Siantar–Simalungun. Warga, menurut mereka, tak hanya kehilangan kendaraan, tetapi juga kerap menghadapi intimidasi di jalanan. Situasi ini dinilai sudah melewati batas toleransi publik.

Aksi ini akan digelar di dua titik: Mapolres Pematangsiantar dan kantor PT Mitra Panca Nusantara di Kelurahan Sumber Jaya, dua lokasi yang dianggap merepresentasikan pusat perhatian publik atas kasus penagihan ilegal tersebut. BARA HATI menegaskan aksi ini berlangsung damai dan konstitusional, tetapi tetap menyampaikan tuntutan dengan nada tegas: hukum harus berpihak kepada warga, bukan kepada pelaku tindakan premanisme.

Seruan BARA HATI juga ditujukan kepada mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online, pedagang, tokoh masyarakat, serta para korban yang selama ini memilih diam. Aksi ini, menurut mereka, adalah momentum solidaritas rakyat untuk menegakkan hak-hak dasar warga dari ancaman penagihan ilegal.

BARA HATI menilai praktik penarikan paksa oleh oknum debt collector bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk perampasan martabat dan rasa aman. Karena itu, mereka mendesak Polres Pematangsiantar melakukan penindakan nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar imbauan.

Konferensi pers ditutup dengan yel-yel yang menggema:
“BARA HATI… Tindak Tegas Debt Collector Ilegal! Rakyat Bersatu… Hukum Harus Tegak!”

Aksi damai ini diyakini menjadi penanda bahwa keberanian publik telah menemukan jalannya. Warga Siantar–Simalungun kini berdiri dalam satu suara: menuntut hukum ditegakkan tanpa kompromi.

Laporan: Tim GrivMedia