Samarinda, GrivMedia — Di balik tembok tinggi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda, suasana malam berubah hening dan khusyuk. Senin (2/2), lantunan Surah Yasin menggema dari blok-blok hunian hingga Masjid At-Tawwabin saat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan doa bersama.
Kegiatan keagamaan yang digelar Rutan Kelas I Samarinda, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Timur ini dipimpin oleh Ustadz Achmad Baihaqi. Rangkaian ibadah diawali dengan Shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan Shalat Sunnah Taubat sebagai ruang refleksi dan penyesalan diri.
Pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali mengiringi doa-doa yang dipanjatkan untuk keselamatan, ampunan, serta keberkahan bagi para WBP, keluarga mereka, dan masyarakat luas. Usai itu, Shalat Sunnah Hajat dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual memohon pertolongan dan harapan masa depan yang lebih baik.
Kegiatan ditutup dengan Shalat Isya berjamaah, menegaskan nilai kedisiplinan ibadah dan kebersamaan di tengah kehidupan rutan.
Kepala Rutan Samarinda melalui Kasubsi BHP Elang Suryandaru menyampaikan bahwa kegiatan ini menunjukkan nilai-nilai keagamaan tetap tumbuh dan menjadi bagian penting dari pembinaan karakter WBP. Menurutnya, pembinaan spiritual merupakan fondasi dalam membentuk pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
Malam Nisfu Sya’ban di Rutan Samarinda menjadi pengingat bahwa harapan dan taubat tetap menemukan jalannya, bahkan di ruang yang dibatasi tembok dan jeruji.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












