Pematang Raya, GrivMedia – Terik matahari tak menyurutkan langkah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar. Di tengah ibadah Ramadan, Sabtu, (28/2), mereka tetap menjalani program pembinaan kemandirian di sektor pertanian yang berada di ladang luar tembok lapas.
Sejumlah WBP tampak mengolah tanah, merawat tanaman, dan memastikan siklus pertanian berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas itu menjadi bagian dari program pembinaan yang dirancang untuk membekali keterampilan praktis bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar menyampaikan apresiasi atas semangat para WBP. Menurut dia, bekerja saat berpuasa bukan sekadar rutinitas, melainkan latihan disiplin dan ketahanan mental.
“Puasa bukan alasan untuk berhenti produktif. Justru dengan bekerja, mereka belajar tanggung jawab dan memiliki bekal keterampilan saat bebas nanti,” ujarnya.
Program ini mendapat pendampingan dari jajaran Seksi Kegiatan Kerja yang bertugas sebagai instruktur teknis sekaligus pengawas keamanan. Selain itu, kehadiran peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia turut memperkuat proses transfer pengetahuan, khususnya dalam teknik budidaya dan pengelolaan lahan.
Pembinaan pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan yang menekankan perubahan perilaku dan kemandirian ekonomi. Di balik pagar tinggi dan pengawasan ketat, ladang itu tumbuh bukan hanya dengan benih tanaman, tetapi juga harapan tentang hidup yang lebih baik setelah masa pidana usai.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












