Advertisement

Trauma Healing Pascabencana di Sipinsur, PGRI Dapat Apresiasi Pemkab Humbahas

Peserta dan narasumber dalam acara trauma healing pascabencana di Sipinsur, Humbahas.

Humbahas, GrivMedia — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengapresiasi langkah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang menggelar kegiatan trauma healing pascabencana di kawasan wisata Sipinsur, Jumat (6/2/). Program ini dinilai menjadi bagian penting dalam memulihkan kondisi psikologis masyarakat, terutama peserta didik.

Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan melalui Asisten Administrasi Umum, Jaulim Simanullang, menegaskan bahwa bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka mental yang kerap luput dari perhatian.

“Pemulihan tidak cukup pada infrastruktur. Kesehatan mental dan emosional masyarakat, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas,” ujar Jaulim saat membacakan sambutan Bupati.

Kegiatan yang digagas Pengurus Besar PGRI Provinsi Sumatera Utara itu diikuti kepala sekolah, guru, serta siswa dari wilayah terdampak. Selain menjadi ruang pemulihan, forum ini juga membekali para pendidik dengan keterampilan dukungan psikososial.

Sekretaris Jenderal PB PGRI, Dudung Abdul Qadir, mengatakan organisasinya bergerak cepat melalui jaringan hingga tingkat kabupaten/kota untuk meringankan beban korban bencana. Menurut dia, kolaborasi lintas pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci percepatan pemulihan.

“Pascabencana, perhatian pada kondisi psikologi peserta didik menjadi bagian penting agar mereka bisa bangkit dan kembali belajar dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini turut melibatkan narasumber dari kalangan akademisi, di antaranya Meslin Silalahi, Poltak Simatupang, dan Ambran Pardede. Rangkaian acara berlangsung interaktif, memadukan pendekatan edukatif dan pemulihan emosional.

Pemkab berharap, langkah ini menjadi awal dari upaya pemulihan yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan kembali optimisme masyarakat di tengah bayang-bayang bencana.

Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi