Padangsidimpuan, GrivMedia — Rindu yang lama tertahan akhirnya menemukan jalannya. Pada hari ketiga Idul Fitri 1447 Hijriah, sebanyak 604 orang memadati Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan, Senin (23/3), untuk bertemu 144 warga binaan.
Sejak pagi, ruang kunjungan dipenuhi antrean yang tertib. Satu per satu keluarga masuk, membawa harap dan pelukan yang lama tertunda. Di balik pemeriksaan ketat, suasana hangat tetap mengalir, menyatukan jarak yang selama ini terpisah tembok tinggi.
Pihak lapas menerapkan pengaturan jadwal serta pengawasan berlapis demi memastikan kunjungan berjalan aman dan kondusif. Namun, nuansa kekeluargaan tak luntur. Beberapa pengunjung tampak tak kuasa menahan haru saat akhirnya berhadapan langsung dengan anggota keluarga mereka.
Kepala Lapas Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit, menyebut Idul Fitri sebagai momentum penting dalam proses pembinaan. “Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik agar kunjungan berlangsung aman, tertib, dan tetap humanis,” ujarnya.
Ia menilai tingginya jumlah pengunjung mencerminkan kuatnya dukungan keluarga. Dukungan itu, kata dia, menjadi energi moral bagi warga binaan untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












