Padangsidimpuan, GrivMedia – Di tengah terik yang menyelimuti lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), deretan tanaman jagung tumbuh hijau dan tegak. Bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan, hamparan tanaman itu bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan bagian dari proses belajar menuju kemandirian.
Jajaran petugas pemasyarakatan bersama warga binaan terus mengintensifkan perawatan tanaman jagung yang kini memasuki fase pertumbuhan vegetatif. Penyiraman rutin dilakukan untuk menjaga kebutuhan air tanaman agar tetap tumbuh optimal dan terhindar dari risiko gangguan akibat cuaca panas.
Tidak hanya fokus pada tanaman yang sedang dibudidayakan, warga binaan juga mulai menyiapkan lahan baru di kawasan SAE. Kegiatan penggemburan tanah dan pembersihan gulma dilakukan sebagai langkah awal menyambut siklus penanaman berikutnya guna memaksimalkan pemanfaatan lahan produktif.
Kepala Lapas Padangsidimpuan menegaskan bahwa program pembinaan berbasis pertanian menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui program asimilasi dan pembinaan kemandirian tersebut, Lapas Padangsidimpuan menunjukkan bahwa masa pidana tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya. Dari lahan pertanian yang terus dirawat, tumbuh pula harapan baru bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih mandiri dan produktif.
Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi













Leave a Reply