Advertisement

Ditanya Dana Kerja Sama Pemberitaan, Humas Lapas Narkotika Siantar : Makan Sudah Payah, Gaji Tak Cukup dan Tak Naik

Siantar, GM – Upaya media untuk mengonfirmasi dana kerja sama pemberitaan dengan Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar tampaknya mengalami kendala serius. GrivMedia kesulitan berkomunikasi dengan pihak Lapas setelah sebelumnya bekerja sama melalui KA KPLP Ucok Sinabang. Diduga, nomor WhatsApp pihak media diblokir oleh Ucok, sehingga komunikasi terputus.

Upaya GrivMedia untuk menghubungi pihak Lapas pun beralih ke Humas Lapas Narkotika Pematangsiantar, Eka Putra. Namun, jawaban yang diterima justru mengejutkan, terkesan kurang etis, dan tidak menghargai kerja sama yang telah terjalin selama ini.

Eka Putra mengeluh, Ia mengaku makan sudah payah, gaji tidak mencukupi dan tak kunjung naik di tengah kenaikan harga bahan pokok seperti cabai dan bawang. “Makan pun sudah payah. Gak cukup gaji, Gaji gak naik-naik, cabe bawang sudah 10 x naik,” ujar Eka Putra melalui pesan WhatsApp pada Rabu, (05/03/25).

Setelah memberikan pernyataan, Eka kemudian secepat kilat menarik pesan tersebut, namun terlambat, pernyataannya sudah ditangkap layar oleh pihak media.

Saat pihak GrivMedia mengatakan akan meminta tanggapan menteri imipas Agus Andrianto, Eka kemudian menjawab dengan pongah bahwa, “Bukan ke Kemenimipas nanyanya, ke Sri mulyani, gimana sih, kek kurang baca buku,” katanya. Kamis, (06/03/25).

Sikap ini pun menuai kritik, mengingat pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik, dan pentingnya peran humas dalam melayani dan membangun komunikasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak Lapas Narkotika Pematangsiantar terkait dugaan pemutusan komunikasi dengan media dan transparansi pengelolaan anggaran terhadap kerja sama pemberitaan. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan belum memberikan tanggapan.