Sibolga, GrivMedia — Di tengah derasnya air dan tanah yang turun dari lereng pegunungan Sumatera Utara, kabar mengagetkan datang dari Sibolga. Wali Kota Akhmad Syukri Nazri dikabarkan hilang kontak sejak Rabu, (26/11), tepat saat banjir dan longsor menghantam sejumlah wilayah pesisir barat Sumut.
Situasi darurat ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim, yang menyebut pihaknya tak mendapat komunikasi dari sang Wali Kota maupun jajarannya dalam dua hari terakhir. “Kami masih lost contact, listrik dan jaringan diduga terputus,” ujarnya, Jumat, (28/11).
Keterangan awal soal hilang kontaknya Syukri pertama kali disampaikan Bakhtiar Ahmad Sibarani, Ketua DPP NasDem Teritori Aceh. Terakhir ia menerima pesan dari Syukri pada 25 November, yang menyebut akses menuju Sibolga tertutup total dan ia terjebak di Sitahuis dengan jaringan komunikasi terbatas.
Banjir dan longsor yang dipicu curah hujan tinggi menimpa sejumlah daerah, termasuk Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Nias, Gunungsitoli, hingga Sibolga. Berdasarkan laporan BPBD Sumatera Utara, lebih dari 60 rumah terendam di Kecamatan Purbatua, Taput, dan setidaknya 48 orang meninggal, sementara beberapa lainnya masih dicari.
Di tengah kabar hilangnya Wali Kota, situasi bencana diperparah oleh terputusnya jaringan komunikasi, listrik, serta akses transportasi antarwilayah. Upaya pencarian, penyelidikan serta pemulihan komunikasi masih terus menunggu laporan terbaru dari lapangan.
Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bencana bukan hanya data angka—melainkan kisah manusia, hilang, ditemukan, atau masih menunggu kabar pulang.
Laporan: Tim GrivMedia












