Siantar, GrivMedia — Upaya mencari solusi atas persoalan lahan SMA Negeri 5 Pematangsiantar memasuki babak baru. Gubernur Sumut Bobby Nasution, bersama Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi meninjau langsung kondisi sekolah tersebut di Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Kamis (16/4).
Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah konkret menyikapi sengketa lahan yang selama ini membayangi aktivitas belajar-mengajar. Dalam peninjauan, rombongan juga berdialog dengan pihak sekolah, guru, serta siswa.
Dari hasil diskusi, terungkap bahwa lahan SMAN 5 milik pihak swasta. Sengketa tersebut bahkan telah berproses hingga tingkat Mahkamah Agung, yang menetapkan kepemilikan lahan berada pada pihak perusahaan, sementara proses peninjauan kembali masih berlangsung.
Selain persoalan hukum, keterbatasan status lahan selama hampir dua dekade disebut menjadi alasan belum optimalnya pembangunan sarana dan prasarana sekolah.
Gubernur Sumut menilai relokasi menjadi opsi paling rasional. Selain menyelesaikan persoalan hukum, lokasi baru diharapkan lebih aman dan representatif bagi kegiatan belajar.
“Relokasi lebih efektif dan efisien, apalagi kondisi saat ini dekat jalan raya dan rawan banjir,” ujarnya di hadapan siswa.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pihak sekolah dan Pemerintah Kota Pematangsiantar kini tengah mencari lahan pengganti dengan luas minimal setara, sekitar 1,1 hektare. Target pencarian lokasi ditetapkan dalam waktu satu pekan agar proses pendidikan tidak terganggu.
Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar menyebut keterbatasan aset lahan milik pemerintah kota menjadi tantangan tersendiri. Namun, pihaknya memastikan akan terlibat aktif dalam tim pengadaan lahan bersama pemerintah provinsi.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari DPRD Sumatera Utara yang berharap penyelesaian dapat segera tercapai demi kenyamanan siswa.
Persoalan SMAN 5 Pematangsiantar menjadi cerminan kompleksitas tata kelola aset pendidikan. Di tengah dinamika hukum yang berjalan, keberlanjutan proses belajar tetap menjadi prioritas utama.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi













Leave a Reply