Padangsidimpuan, GrivMedia — Di tengah rutinitas pembinaan, suasana tenang menyelimuti Perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan. Sejumlah warga binaan tampak tekun membaca buku, Rabu (14/1), dalam kegiatan literasi yang terus digalakkan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian.
Program membaca ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca dan budaya belajar di lingkungan pemasyarakatan. Perpustakaan lapas menyediakan beragam koleksi bacaan, mulai dari buku keagamaan, keterampilan, kesehatan, motivasi, hingga pengetahuan umum yang dapat memperluas wawasan warga binaan.
Petugas perpustakaan mendampingi kegiatan dengan melakukan pendataan, membantu pemilihan buku, serta memastikan suasana membaca berlangsung tertib dan kondusif. Tak jarang, diskusi ringan muncul di sela aktivitas membaca, menandai tumbuhnya ruang belajar yang sehat dan produktif.
Kepala Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit, menyebut kegiatan membaca sebagai bagian penting dari proses pembinaan. Menurutnya, literasi bukan sekadar pengisi waktu, melainkan sarana membentuk pola pikir dan karakter warga binaan.
“Perpustakaan menjadi ruang belajar yang memberi harapan. Dari buku, warga binaan bisa menambah pengetahuan dan menyiapkan diri untuk kembali ke masyarakat,” ujar Mathrios.
Melalui kegiatan literasi yang berkelanjutan, Lapas Padangsidimpuan berupaya menghadirkan lingkungan pembinaan yang edukatif, produktif, dan berorientasi pada perubahan positif bagi warga binaan.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












