Siantar, GrivMedia – Dugaan intimidasi dalam proses penagihan pinjaman program MEKAR milik PT Permodalan Nasional Madani terjadi di Jalan Pendidikan, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Sabtu (28/2). Seorang debitur berinisial ES mengaku didatangi belasan orang yang menyatakan diri sebagai petugas penagihan.
Menurut ES, rombongan tersebut datang dua kali dalam sehari, masing-masing sekitar pukul 13.30 WIB dan kembali pukul 21.00 WIB. Ia menyebut jumlah mereka mencapai sekitar 10 orang pada siang hari dan bertambah menjadi 14 orang pada malam hari.
ES menjelaskan, pinjaman yang ia terima sebesar Rp10 juta dengan cicilan Rp267.000 setiap dua minggu. Dari total kewajiban tersebut, ia telah melakukan 22 kali pembayaran, namun menunggak dua kali angsuran akibat kondisi ekonomi yang memburuk.
“Saya sudah memohon keringanan cicilan sementara, tapi belum ada tanggapan,” kata ES.
Warga sekitar menyebut kedatangan rombongan itu diwarnai ucapan bernada keras yang memicu keresahan lingkungan. Situasi pada malam hari disebut semakin tegang hingga warga menghubungi pihak kepolisian. Namun, sebelum petugas tiba di lokasi, rombongan tersebut telah meninggalkan tempat.
Tokoh pemuda setempat, Larsen Simatupang, menilai persoalan utang-piutang semestinya diselesaikan secara dialogis dan tidak menimbulkan tekanan sosial di lingkungan masyarakat. Ia berharap semua pihak mengedepankan pendekatan persuasif dan menghormati kondisi debitur.
Kapolsek Siantar Martoba, Martua Manik, membenarkan pihaknya telah menerima informasi terkait kejadian tersebut. Ia mengatakan polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang terlibat.
“Kami belum dapat menyimpulkan karena masih menunggu keterangan dari semua pihak. Jika diperlukan, kami siap memfasilitasi mediasi agar persoalan dapat diselesaikan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap aktivitas penagihan harus dilakukan secara etis dan tidak menimbulkan gangguan ketertiban umum. Kepolisian, kata dia, akan mengambil langkah apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.
Hingga kini, pihak MEKAR belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Warga berharap persoalan dapat diselesaikan secara adil dan situasi lingkungan kembali kondusif.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












