Samarinda, GM – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan secara bertahap, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Samarinda, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, melaksanakan pelepasan benih ikan sebagai bagian dari budidaya perikanan.
Pada kegiatan ini, Kepala Rutan Samarinda beserta para pejabat struktural dan staf melepas benih ikan lele dan nila ke kolam budidaya untuk proses perkembangbiakan lebih lanjut. sebanyak 4000 ekor benih ikan dilepaskan, yang terdiri atas 500 ekor patin, 2500 ekor lele, dan 1000 ekor nila. kegiatan ini berlangsung pada Selasa, (25/02/25).
Ikan-ikan tersebut akan melalui tahap pemeliharaan hingga mencapai masa panen dalam waktu sekitar 3 hingga 4 bulan. hasil panen nantinya akan disalurkan kepada keluarga warga binaan di Rutan maupun masyarakat sekitar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan.
Kepala Rutan Samarinda, Heru, menjelaskan bahwa, “Kegiatan ini merupakan wujud implementasi program ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta 21 perintah harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan. langkah ini bertujuan mendorong kemandirian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.”
Di lokasi yang sama, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan menekankan bahwa kegiatan budidaya ini tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. program ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengimplementasikan ilmu yang sebelumnya telah diajarkan selama pelatihan.
Ke depan, Rutan Samarinda berkomitmen untuk lebih mengembangkan pelatihan bagi warga binaan agar program ketahanan pangan yang dilakukan semakin efisien dan berkualitas.












