Samarinda, GrivMedia — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda memaknai peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah sebagai ruang refleksi dan pembinaan kepribadian bagi warga binaan pemasyarakatan. Peringatan tersebut digelar di lapangan Rutan Kelas I Samarinda, Rabu (21/1), dan diikuti oleh ratusan warga binaan.
Kegiatan berlangsung khidmat, diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan lantunan Sholawat Badar yang diiringi tabuhan rebana. Suasana religius menyelimuti lapangan rutan, menjadi jeda sunyi di tengah rutinitas pembinaan.
Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, dalam sambutannya menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat keimanan, kedisiplinan ibadah, dan pembentukan akhlak warga binaan.
“Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya shalat sebagai pondasi kehidupan. Nilai ini harus terus dijaga dan diamalkan selama masa pembinaan,” ujar Rachmad.
Tausiyah disampaikan oleh Guru H. Achmad Zaini, Khadimul Majelis Ta’lim Al-Anwarul Bahiyyah. Ia mengingatkan tentang golongan manusia yang kelak mendapat naungan Allah SWT di Padang Mahsyar, antara lain pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ketaatan, mereka yang ikhlas beramal, serta hamba yang senantiasa mengingat Allah.
Di akhir ceramahnya, Guru Achmad Zaini mengajak seluruh warga binaan untuk menjaga shalat sebagai perintah langsung Allah SWT yang diterima Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas I Samarinda menegaskan komitmennya menjalankan pembinaan spiritual secara berkelanjutan, agar masa pidana tidak semata dijalani sebagai hukuman, melainkan sebagai proses pembentukan karakter menuju kehidupan yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












