Advertisement

Kedepankan Hati Nurani, WBP Rutan Samarinda Diberi Izin Melayat Istri Tercinta

Samarinda, GrivMedia — Senja baru saja menutup hari ketika kabar duka mengetuk pintu Rutan Kelas IIA Samarinda, Senin (22/9/2025) pukul 17.20 WITA. Seorang warga binaan berinisial J menerima pesan pilu: istrinya berpulang ke Sang Pencipta.

Tak menunggu lama, petugas Rutan bergerak cepat. Dengan hati-hati mereka memproses izin keluar bagi J, memberi kesempatan terakhir untuk menatap wajah belahan jiwa yang kini tinggal kenangan. Semua tahapan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur: kelengkapan administrasi, penjamin keluarga, berita acara pengeluaran, hingga pengawalan ketat selama melayat.

Kepala Rutan Samarinda melalui Kasi Pelayanan Tahanan menjelaskan, pemberian izin melayat adalah bentuk kepedulian sekaligus pengingat bahwa di balik status hukum, warga binaan tetap manusia yang berhak merasakan duka.

“Kami tekankan agar izin ini digunakan dengan sebaik-baiknya. Ikuti aturan dan arahan petugas selama pengawalan,” ujarnya.

Momen itu menjadi bukti bahwa pemasyarakatan tak hanya menegakkan aturan, tetapi juga memberi ruang bagi nurani untuk bekerja. Di balik jeruji, empati tetap menemukan jalannya, mengantar seorang suami mengucap selamat tinggal kepada cinta yang kini beristirahat dalam keabadian.

Tim GrivMedia