Simalungun, GrivMedia — Usai salat Subuh, percakapan di Masjid Al Manshuriyah, Kelurahan Pamatang Simalungun, Kabupaten Simalungun, Sabtu, (24/10), beralih pada persoalan keamanan lingkungan. Warga menyampaikan keluhan, mulai dari aktivitas warung tuak hingga kebutuhan patroli malam. Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus berjanji menindaklanjuti aspirasi tersebut.
Dalam kegiatan Subuh Keliling (Suling) yang dimulai pukul 04.30 WIB itu, Kapolres hadir bersama jajaran kepolisian, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh agama, serta sekitar 50 jamaah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara polisi dan warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Salah satu aspirasi disampaikan tokoh agama H. Taufik Ritonga. Ia meminta agar warung tuak di lingkungan sekitar menerapkan jam tutup pukul 23.00 WIB. Warga juga berharap patroli malam di Kelurahan Pamatang Simalungun ditingkatkan.
Menanggapi permintaan itu, Kapolres menyatakan akan menambah waktu patroli melalui personel Polsek Gunung Malela. Kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) agar Bhabinkamtibmas bersama perangkat kelurahan menyampaikan imbauan kepada pemilik warung tuak terkait jam operasional tersebut.
Selain keamanan lingkungan, jamaah meminta personel kepolisian bersedia menjadi imam salat berjamaah di masjid. Kapolres menegaskan, anggota Polri harus mampu menjadi teladan sekaligus menghadirkan rasa aman dan ketenangan di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Kapolres turut mengingatkan warga agar mewaspadai penyebaran berita bohong atau hoaks melalui prinsip saring sebelum sharing. Informasi perlu diperiksa kebenaran dan sumbernya sebelum diteruskan, terutama jika memuat judul provokatif, sumber tidak jelas, atau gambar lama dengan narasi baru.
Menurut Verry, penyebaran hoaks dapat memicu keresahan hingga konflik. Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan sumber resmi dan media kredibel untuk memeriksa fakta sebelum membagikan informasi.
Untuk mempercepat penyampaian laporan, warga juga diarahkan menggunakan Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis. Sementara itu, program WhatsApp Halo Pak Kapolres Simalungun diperkenalkan sebagai saluran pengaduan dan penyampaian informasi terkait keamanan maupun pelayanan kepolisian.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 06.30 WIB dalam keadaan aman dan terkendali. Bagi warga, pertemuan tersebut menjadi kesempatan menyampaikan persoalan secara langsung. Adapun tindak lanjut berupa peningkatan patroli dan imbauan kepada pemilik warung tuak menjadi langkah yang dijanjikan kepolisian untuk menjawab keluhan masyarakat.
Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi












