Samarinda, GrivMedia — Di balik meja-meja diskusi yang dipenuhi catatan dan gagasan, seorang pejabat dari tepian Mahakam ikut menorehkan suaranya. Dahlan Hidayat, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan (Kasi Yantah) Rutan Kelas I Samarinda, turut ambil bagian dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rabu (8/10/2025).
Kegiatan yang diprakarsai oleh Direktorat Pelayanan Tahanan dan Anak itu menjadi ruang bertemunya para pemikir pemasyarakatan dari seluruh Indonesia. Di sana, ide-ide dikupas, dikaji, dan dirangkai ulang agar kebijakan pelayanan tahanan di tanah air berjalan serempak, dari pusat hingga satuan kerja di daerah.
FGD dibuka langsung oleh Kepala Subdirektorat Administrasi Pelayanan Tahanan dan Anak, Febie Dwi Hartanto, yang juga menjadi narasumber utama. Ia menegaskan pentingnya menyatukan pemahaman antarunit kerja agar pelayanan tahanan tak hanya administratif, tetapi juga berwawasan kemanusiaan.
Sebagai peserta, Dahlan tak sekadar hadir mendengarkan. Ia menyalakan percikan ide dari pengalaman lapangan. “Alhamdulillah, kegiatan ini memberi ruang luas untuk bertukar pikiran dan memperkaya wawasan. Banyak hal baru yang bisa kami terapkan di satuan kerja,” ujarnya usai kegiatan.
Dari Samarinda, Karutan Rahmat Tri Raharjo memberikan dukungan kepada bawahannya itu. Ia berharap hasil FGD menjadi bahan bakar baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Rutan Samarinda. “Ilmu dan pengalaman dari forum seperti ini harus kembali menjadi manfaat bagi warga binaan dan institusi,” pesannya.
Di tengah derasnya arus perubahan birokrasi, FGD ini bukan sekadar forum formalitas. Ia menjadi wadah bagi insan pemasyarakatan untuk mengikat kembali benang merah idealisme: bahwa tugas utama mereka bukan hanya menjaga, tapi juga membina dan memanusiakan manusia.
Laporan: Tim GrivMedia












