Humbahas, GrivMedia — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bersama Loka POM Toba dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menegaskan langkah bersama dalam menjaga keamanan pangan. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan pernyataan intervensi lintas sektor di ruang rapat Setdakab, Kamis, (5/3).
Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, menegaskan bahwa keamanan pangan bukan sekadar urusan konsumsi, melainkan fondasi kesehatan publik. “Pangan yang tidak aman dapat memicu penyakit dan berdampak pada beban sosial serta ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, advokasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat kebijakan yang transparan dan inklusif. Pemerintah daerah, kata dia, membuka ruang kolaborasi agar pelayanan publik di bidang pangan semakin efektif dan berkelanjutan.
Kepala Loka POM Toba, Tumiur Gultom, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi dalam mengawal keamanan pangan dari hulu hingga hilir.
Program intervensi ini terintegrasi dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA), yang mencakup tiga fokus utama: Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Sekolah yang membudayakan keamanan pangan.
Upaya tersebut dijalankan melalui penyuluhan, pelatihan, penguatan regulasi, serta kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Penandatanganan komitmen ini menjadi penanda bahwa isu keamanan pangan kini ditempatkan sebagai prioritas pembangunan daerah.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












