Advertisement

Warga Binaan Rutan Dumai Olah Keterampilan Jadi Produk UMKM Bernilai Ekonomi

Warga binaan Rutan Kelas IIB Dumai memproduksi berbagai makanan seperti bolu gulung, donat, dan churros sebagai bagian dari pembinaan keterampilan.

Dumai, GrivMedia — Dari balik tembok rumah tahanan, keterampilan terus diasah menjadi bekal untuk kembali ke masyarakat. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai, Riau, mendorong warga binaan memproduksi sejumlah makanan yang memiliki nilai ekonomi dan telah dipasarkan di sejumlah toko di Kota Dumai.

Pembinaan kemandirian itu antara lain menghasilkan bolu gulung, donat, dan churros. Warga binaan terlibat dalam proses produksi sebagai bagian dari pembinaan keterampilan yang diarahkan agar mereka memiliki kemampuan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, mengatakan pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurut dia, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dipersiapkan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Rekomendasi Produk
Bardi Smart Indoor CCTV Beli Sekarang →

“Pembinaan keterampilan ini kami lakukan agar warga binaan memiliki kemampuan yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Kami terus mendorong agar produk yang dihasilkan semakin berkualitas dan dapat diterima oleh masyarakat,” ujar Enang.

Pemasaran produk ke sejumlah toko di Kota Dumai menjadi bagian dari upaya memberi nilai tambah terhadap hasil pembinaan. Aktivitas tersebut sekaligus membuka ruang bagi warga binaan untuk mengenal proses produksi hingga pemasaran produk.

Rutan Dumai menyatakan akan terus mengembangkan pembinaan keterampilan serta memperluas pemasaran produk hasil karya warga binaan. Upaya itu diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas selama berada di dalam rutan, tetapi menjadi modal kemandirian dan mendukung proses reintegrasi sosial setelah mereka kembali ke masyarakat.

Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi