Jawa Barat, GM – Lapas Kelas II A Garut kembali menerima kunjungan dari UPT Pemasyarakatan di Jawa Barat. Rabu, (02/10/24).
Kali ini Lapas Perempuan (LPP) Bandung melakukan studi tiru dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat dan warga binaan.
Studi tiru yang dipimpin oleh Ka. Lapas Perempuan Yekti Apriyanti bersama rombongan, disambut langsung oleh Ka. Lapas Garut Rusdedy.
Rombongan diajak untuk melihat langsung area pelayanan ruang pemeriksaan, dimana telah tersedia mesin x-ray untuk menunjang proses pemeriksaan atau penggeledahan badan bagi pengunjung.

Selain itu, rombongan LPP Bandung juga meninjau inovasi unggulan yang ada di Lapas Garut, yaitu Dapur H2O (Halal, Higienis dan Zero Waste), yang merupakan hasil transformasi dan inovasi yang telah dibuat oleh Lapas Garut atas capaiannya dalam perubahan serta perbaikan dapur, sehingga dapat meningkatkan layanan pemenuhan makanan sehat bagi warga binaan.
Ka. Lapas menjelaskan, mengenai penyediaan makanan. mulai pemilihan bahan makanan, cara membersihkan, kebersihan lingkungan, memasak, menyajikan, hingga pendistribusian makanan kepada warga binaan.
Poliklinik Hijrah di Lapas Garut yang sama menawarkan layanan kesehatan prima, menjadikannya benchmark baru dalam pelayanan kesehatan di lembaga pemasyarakatan.
Inovasi paling mengesankan datang dari program unggulan industri Lapas Garut. pengolahan limbah sabut kelapa menjadi produk Coir Shade, tidak hanya menciptakan keterampilan bernilai tinggi bagi warga binaan, tetapi juga membuka pintu ekspor ke pasar global prestisius seperti Prancis, Belgia dan Spanyol.
Ini merupakan bukti nyata bahwa pemasyarakatan Indonesia mampu menghasilkan produk berkualitas ekspor dan berkontribusi pada ekonomi Nasional.
Ka. Lapas Garut Rusdedy mengucapkan terimakasih atas kedatangan rombongan LPP Bandung. dan berharap, momen tersebut dapat menjadi motivasi dan ajang belajar bersama untuk memberikan pelayanan terbaik baik bagi masyarakat dan warga binaan.













