Langkat, GrivMedia — Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Langkat melakukan langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Pada Sabtu (23/12), petugas melaksanakan fogging atau pengasapan di seluruh area lapas guna menekan risiko penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya.
Pengasapan dilakukan secara menyeluruh, mencakup ruang staf, taman, blok hunian, tempat ibadah, branggang, klinik, hingga saluran air. Selama proses berlangsung, warga binaan sementara diminta keluar dari kamar hunian dan berkumpul di titik-titik yang telah ditentukan sambil menunggu kegiatan selesai.
Kepala Lapas Pemuda Langkat, Kenal Purba, mengatakan fogging menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan penyakit, terutama di tengah musim pancaroba yang rawan memicu berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
“Fogging ini efektif membunuh nyamuk dewasa yang berpotensi menyebarkan penyakit. Upaya ini kami lakukan untuk melindungi kesehatan petugas dan warga binaan,” ujar Kenal Purba.
Selain pengasapan, pihak lapas juga mengimbau warga binaan agar menjaga kebersihan lingkungan hunian dengan rutin menguras kamar mandi, menutup tempat penampungan air, serta mengelola sampah dengan baik guna mencegah munculnya sarang nyamuk.
Melalui langkah preventif ini, Lapas Pemuda Langkat berupaya memastikan pemenuhan hak kesehatan warga binaan tetap terpenuhi sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan humanis.
Laporan: Tim GrivMedia












