Langkat, GrivMedia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas III Langkat menggelar sosialisasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang Pendidikan Kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan, Jumat, (23/1). Kegiatan berlangsung di aula Lapas Pemuda Langkat dan diikuti oleh warga binaan.
Sosialisasi ini memperkenalkan program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C sebagai jalur alternatif bagi warga binaan yang belum menuntaskan pendidikan formal. Program ini memberi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh ijazah setara pendidikan formal, sekaligus membuka peluang melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja setelah bebas.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Pemuda Langkat, Efri Yanto, mengatakan pendidikan kesetaraan menjadi solusi bagi warga binaan yang terkendala usia, waktu, dan kondisi sosial ekonomi. Menurut dia, program ini bertujuan membekali warga binaan dengan ijazah resmi dan keterampilan yang diakui.
“Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Melalui pendidikan kesetaraan, warga binaan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup setelah menjalani masa pidana,” ujar Efri.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab terkait mekanisme pendaftaran, sistem pembelajaran, serta manfaat program. Antusiasme warga binaan terlihat dari tingginya partisipasi dan jumlah pertanyaan yang diajukan.
Melalui sosialisasi ini, Lapas Pemuda Langkat berharap semakin banyak warga binaan yang terdorong mengikuti program pendidikan kesetaraan sebagai bekal reintegrasi sosial dan kemandirian setelah bebas.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












