Tebing Tinggi, GrivMedia – Pagi yang bersih itu dimulai dari halaman dalam Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi. Sabtu (4/4), derap langkah petugas dan warga binaan menyatu dalam satu gerak: membersihkan ruang hidup mereka sendiri.
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, kegiatan bersih-bersih lingkungan digelar sejak pukul 08.30 WIB. Aksi ini melibatkan seluruh jajaran, mulai dari pejabat struktural, staf, CPNS, hingga warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas, Dede Mulyadi, memimpin langsung kegiatan yang menyasar berbagai titik, seperti blok hunian, taman, masjid, gereja, hingga area perkantoran. Tak hanya itu, mushola di luar lingkungan lapas yang menjadi fasilitas umum juga turut dibersihkan.
Di balik sapu dan alat kebersihan, terselip makna yang lebih dalam. Bukan sekadar merapikan ruang, tetapi juga merawat kesadaran kolektif akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang terjaga diyakini menjadi salah satu langkah preventif dalam menekan potensi penyebaran penyakit.
“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi upaya membangun kesadaran bersama. Kebersihan adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Dede.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Petugas dan warga binaan terlihat bekerja berdampingan, mencerminkan hubungan yang lebih humanis di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Melalui aksi sederhana ini, Lapas Tebing Tinggi menghadirkan pesan bahwa pembinaan tidak hanya soal aturan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan. Semangat itu diharapkan tetap hidup, bahkan setelah peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan usai.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












