Advertisement

Ramai Pasar Malam di Siantar, Sejumlah Dugaan Pelanggaran Jadi Sorotan

Ramai Pasar Malam di Siantar, Sejumlah Dugaan Pelanggaran Jadi Sorotan

Siantar, GrivMedia — Gemerlap pasar malam di Jalan Melanthon Siregar menghadirkan dua wajah: riuh hiburan rakyat dan bayang-bayang persoalan yang mengundang tanya. Di tengah padatnya pengunjung, muncul berbagai dugaan yang kini menjadi perhatian warga.

Pasar malam yang selama ini dikenal sebagai ruang rekreasi sekaligus penggerak ekonomi mikro, disebut tidak sepenuhnya berjalan sesuai ketentuan. Sejumlah warga mengaku menemukan indikasi permainan berhadiah yang dinilai tidak transparan dan berpotensi mengarah pada praktik perjudian.

“Kalau tak diawasi, ini bisa merugikan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan. Rabu (29/4).

Sorotan juga mengarah pada aspek keselamatan. Beberapa wahana permainan dinilai belum memenuhi standar keamanan. Minimnya pengawasan serta kondisi peralatan yang diduga sudah tua memunculkan kekhawatiran akan risiko kecelakaan.

Isu ketenagakerjaan tak luput dari perhatian. Warga mengaku melihat adanya dugaan pekerja anak di lokasi.

Penggunaan genset besar berbahan bakar solar juga memicu pertanyaan. Jika benar menggunakan solar subsidi, praktik tersebut berpotensi melanggar ketentuan distribusi energi yang diperuntukkan bagi sektor tertentu seperti transportasi umum dan usaha kecil.

Selain itu, warga mempertanyakan kejelasan izin operasional, pajak hiburan, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Berapa sebenarnya pemasukan daerah dari kegiatan ini?” ujar seorang warga.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan lahan milik pemerintah kota disewa sekitar Rp15 juta per bulan oleh pihak pengelola. Namun, detail perjanjian dan legalitasnya belum terungkap secara terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar malam maupun instansi berwenang. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Di tengah pro dan kontra, warga berharap pasar malam tetap hadir sebagai ruang hiburan yang aman, tertib, dan transparan, bukan sekadar ramai, tetapi juga bertanggung jawab.

Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *