Surabaya, GrivMedia — PT Pelindo Terminal Petikemas mendatangkan 39 unit alat bongkar muat baru guna meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan di sejumlah terminal peti kemas utama di Indonesia. Penguatan ini menjadi bagian dari strategi menghadapi pertumbuhan arus logistik nasional yang terus meningkat.
Corporate Secretary Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan tambahan alat tersebut terdiri atas 13 unit quay container crane (QCC) untuk dermaga dan 26 unit rubber tyred gantry crane (RTG) untuk lapangan penumpukan. Seluruhnya dijadwalkan tiba bertahap mulai semester II 2026.
“Penambahan alat ini untuk mendukung peningkatan layanan dan produktivitas terminal,” ujarnya, Selasa (10/2).
Alat-alat tersebut akan ditempatkan di sejumlah terminal strategis, antara lain TPK Belawan (Sumatera Utara), TPS Surabaya (Jawa Timur), TPK Semarang (Jawa Tengah), TPK Panjang (Lampung), TPK Perawang (Riau), TPK Banjarmasin (Kalimantan Selatan), TPK Nilam (Jawa Timur), TPK Kendari (Sulawesi Tenggara), dan TPK Kijing (Kalimantan Barat).
Selain pengadaan baru, Pelindo juga mengoptimalkan aset eksisting di beberapa terminal. Di TPK Berlian, misalnya, akan ditambah dua unit QCC guna memperkuat kapasitas layanan.
Ketua DPP Indonesia National Shipowners’ Association (INSA), Carmelita Hartoto, menilai penguatan infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan harus berjalan seiring pertumbuhan lalu lintas barang. “Peralatan dan sistem operasi pelabuhan perlu terus diperbarui agar distribusi logistik nasional lebih efisien,” katanya.
Senada, Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, menyoroti pentingnya kepastian regulasi, pemerataan infrastruktur antarwilayah kepulauan, serta standardisasi layanan. Menurutnya, integrasi layanan berbasis teknologi menjadi kunci menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing global.
Penguatan alat bongkar muat ini diharapkan mampu mempercepat arus peti kemas, memangkas waktu tunggu kapal, serta mendorong efisiensi rantai pasok nasional di tengah dinamika perdagangan global yang kian kompetitif.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












