Jakarta, GrivMedia — Aktivis pro-Palestina Muhammad Husein menilai eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran bukanlah peristiwa yang muncul tiba-tiba. Ia menyebut dinamika tersebut telah terprediksi sejak peristiwa 7 Oktober 2023.
Menurut Husein, serangan yang dilakukan Hamas ke wilayah Israel yang dikenal dengan istilah Thufan Al Aqsa, menjadi titik balik yang memperlebar spektrum konflik di kawasan Timur Tengah.
“Sejak 7 Oktober 2023 sudah terlihat arah eskalasinya. Analisis dari berbagai pemberitaan internasional menunjukkan adanya potensi serangan lanjutan yang bisa meluas, termasuk ke Iran,” ujar Husein dalam sebuah program diskusi Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (3/3).
Ia menilai posisi Iran sebagai negara yang selama ini menyatakan dukungan terhadap perjuangan Palestina turut memperbesar ketegangan dengan Amerika Serikat. Dalam berbagai laporan media global, kata dia, sentimen politik dan militer terhadap Teheran semakin menguat pasca-serangan tersebut.
Eskalasi terbaru memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang berpotensi menyeret lebih banyak negara. Pengamat hubungan internasional sebelumnya juga mengingatkan bahwa ketegangan di Gaza dapat berkembang menjadi konfrontasi terbuka antarnegara jika tidak diredam melalui jalur diplomasi.
Situasi ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Indonesia, yang secara konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui pendekatan damai dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi













