Simalungun, GrivMedia — Di bawah langit kelabu Ujung Padang, deretan sawit di PTPN IV Regional II Unit Kebun Tinjowan tampak layu. Daun-daun kering menjadi penanda masalah yang lebih dalam: perawatan kebun yang dinilai jauh dari kata optimal. Hasil pantauan menemukan sejumlah pokok sawit berusia enam tahun mengalami stres, diduga akibat serangan hama dan lemahnya pemeliharaan.
Selain urusan perawatan, isu keamanan turut membayangi. Pencurian tandan buah segar (TBS) dilaporkan marak, memunculkan tanda tanya soal efektivitas pengamanan di areal kebun.
Ironisnya, saat tim media mencoba mengonfirmasi temuan itu, manajer dan jajaran asisten kebun disebut tak berada di tempat.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Minggu (14/9/25), Manajer Kebun Tinjowan, Abdi Henri Sinaga, belum memberikan jawaban terkait hal tersebut hingga berita ini diturunkan.
Publik berharap ada langkah nyata: audit anggaran perawatan, penegakan disiplin kerja, hingga transparansi informasi kepada masyarakat. Perkebunan, yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan, jangan sampai berubah menjadi cermin kelalaian.
Tim GrivMedia
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan penelusuran lapangan dan keterangan dari berbagai narasumber. Redaksi menjunjung asas keberimbangan dan keterbukaan informasi publik. Pihak PTPN IV Regional II Unit Kebun Tinjowan maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini berhak menyampaikan klarifikasi atau tanggapan resmi.
Untuk penyampaian keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi redaksi melalui email grivmedia86@gmail.com atau WhatsApp 0812-7007-7754. Setiap klarifikasi akan kami muat pada pemberitaan berikutnya demi kelengkapan dan keakuratan informasi.












