Samarinda, GrivMedia — Sore itu, langit Samarinda mulai meredup, namun langkah-langkah tegas terdengar di lorong-lorong Rutan Kelas I Samarinda. Barisan petugas berseragam menyusuri tiap blok hunian, membuka pintu kamar demi kamar, seolah sedang membaca lembaran tersembunyi dari sebuah buku besar bernama “keamanan”.
Dipimpin langsung Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), razia insidentil digelar Jumat (3/10/2025) pukul 17.30 WITA. Tidak hanya kamar warga binaan, setiap sudut sekitar area hunian pun tak luput dari penyisiran.
“Benar, pada sore ini kami kembali menggelar razia pada kamar hunian dan sekitarnya. Ini bagian dari langkah pencegahan agar tidak muncul peristiwa yang dapat mengganggu keamanan,” ujar Kepala KPR.
Puluhan personel diterjunkan agar operasi berjalan efektif. Hasilnya bukan semata menemukan barang terlarang, melainkan juga meneguhkan kehadiran negara di balik jeruji. “Kegiatan ini akan terus kami lakukan, demi menjaga stabilitas dan keamanan Rutan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Instruksi razia rutin itu datang seiring masa transisi kepemimpinan baru. Pergantian pucuk pimpinan dianggap sebagai fase rawan yang berpotensi memunculkan kerentanan. Karena itu, pengamanan diperketat, pintu-pintu kamar diperiksa, dan lorong-lorong sunyi kembali dibasuh rasa aman.
Langkah ini menjadi penegasan bahwa Rutan bukan sekadar ruang penahanan, melainkan ruang tanggung jawab, tempat di mana keamanan bukan sekadar prosedur, tapi sebuah janji yang terus diperbarui setiap hari.
Laporan: Tim GrivMedia












