Jakarta, GrivMedia – Penyelidikan internasional atas serangan yang menghantam sebuah sekolah dasar putri di Kota Minab, selatan Iran, mengarah pada kemungkinan penggunaan rudal jelajah milik Amerika Serikat. Insiden yang terjadi pada 28 Februari 2026 itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 168 orang, sebagian besar di antaranya anak-anak, sebagaimana dilansir dari laporan BBC News.
Analisis rekaman video dan citra satelit yang dilakukan tim verifikasi media BBC menunjukkan sebuah rudal jenis Tomahawk cruise missile menghantam kompleks militer yang berada di dekat sekolah tersebut. Pangkalan militer yang menjadi sasaran diketahui dikelola oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang lokasinya hanya sekitar 200 meter dari sekolah.
Rekaman yang beredar memperlihatkan kepulan asap besar di sekitar area sekolah sebelum ledakan terjadi di dalam kompleks militer. Sejumlah pakar persenjataan yang menelaah video tersebut menyatakan ciri-ciri amunisi yang terlihat sangat identik dengan rudal Tomahawk yang selama ini digunakan militer Amerika Serikat.
Seorang analis keamanan nasional dan mantan personel Angkatan Udara AS, Wes Bryant, menyebut karakteristik rudal dalam rekaman menunjukkan pola serangan presisi yang lazim digunakan dalam operasi militer modern.
Namun hingga kini pemerintah Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Kami tentu tidak pernah menargetkan sasaran sipil, tetapi kami sedang meninjau dan menyelidiki insiden ini,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga menegaskan bahwa militer Amerika tidak memiliki kebijakan menyerang fasilitas sipil seperti sekolah.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa serangan tersebut kemungkinan disebabkan oleh rudal Iran yang tidak akurat. Namun laporan awal sejumlah pejabat Amerika yang dikutip kantor berita internasional menyebutkan serangan itu “kemungkinan besar” berasal dari operasi militer AS, meski tidak secara sengaja menargetkan sekolah.
Sekolah dasar khusus putri di Minab diketahui memiliki sekitar 264 murid. Lokasinya berdampingan dengan fasilitas militer IRGC yang diyakini menjadi target serangan dalam rangkaian operasi militer di kawasan selatan Iran.
Pembatasan akses jurnalis internasional serta pemadaman internet di Iran membuat verifikasi independen terhadap detail kejadian menjadi lebih sulit. Hingga kini, penyelidikan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut masih berlangsung.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, serta sekutu regionalnya.
Dari laporan BBC News | Editor: Redaksi













