Samarinda, GM – Di balik jeruji, harapan masih tumbuh. Sabtu (23/8), lantunan tausyiah terdengar lembut di Masjid At-Tawwabin, Rutan Kelas I Samarinda. Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Efendi, hadir membawa pesan sederhana namun dalam: tak kenal maka tak sayang.
“Jika kita ingin dicintai Allah, maka kenalilah Sang Pencipta. Jalan satu-satunya meraih cinta-Nya adalah melalui pintu kekasih-Nya, Rasulullah SAW. Ikuti sunnahnya, itulah wujud cinta sejati,” ucap Efendi, suaranya menggema di ruang ibadah yang dipenuhi warga binaan.
Ia mengingatkan bahwa dunia hanyalah persinggahan, tempat manusia bekerja keras untuk meraih ridho-Nya. “Kebahagiaan sejati adalah kelak, di surga, bersama kekasih hati, Nabi Muhammad SAW,” tambahnya.
Tausyiah yang dikemas sederhana itu meninggalkan kesan mendalam. Beberapa warga binaan mengaku lebih termotivasi untuk memperbaiki diri, menjadikan masa tahanan sebagai jalan menuju perubahan.
Di balik pagar tinggi dan gembok besi, pesan Efendi hari itu mengalir seperti mata air: lembut, jernih, dan menumbuhkan harapan bahwa setiap insan selalu punya ruang untuk bertobat.
Tim GrivMedia












