Advertisement

Vonis Ringan Kasus Narkotika: BARA HATI Gugat Integritas Hakim, Dukung Jaksa Ester

Massa BARA HATI Pematangsiantar menggelar aksi damai mendukung Jaksa Ester dan menolak vonis ringan kasus narkotika

Siantar, GrivMedia — Dari sobat bikers kafe di Jalan H. Adam Malik, bara semangat menyala. Minggu (2/11), Barisan Rakyat Hancurkan Tindakan Ilegal (BARA HATI) menuntaskan rapat terakhir sebelum turun ke jalan. Esok paginya, Senin (3/11/2025), mereka berjanji: hukum tidak boleh tunduk pada kepentingan.

Gerakan ini bukan sekadar unjuk rasa. Ia lahir dari kegelisahan atas putusan Pengadilan Negeri Pematangsiantar yang menjatuhkan vonis dua tahun enam bulan tanpa denda kepada DJ Tata Nabila Cs, terdakwa kasus narkotika dengan barang bukti sabu dan ekstasi.

Ketua Umum BARA HATI, Zulfikar Efendi, menyebut putusan itu sebagai tanda bahaya moral hukum.

Rekomendasi Produk
Bardi Smart Indoor CCTV Beli Sekarang →

“Kami melihat ada yang tidak beres. Keputusan itu terlalu ringan. Hakimnya harus diperiksa, dan keadilan harus dipulihkan,” ujarnya tegas.

Bagi Zulfikar, hakim seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan, bukan menambah luka publik. Ia menegaskan, aksi ini adalah gerakan moral, bukan perlawanan terhadap aparat hukum. “Kami tidak menyerang pribadi siapa pun, kami hanya menuntut kejelasan dan akuntabilitas,” katanya.

BARA HATI juga memberi dukungan penuh kepada Jaksa Ester Lauren Putri Harianja, S.H., yang berani mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Jaksa Ester adalah simbol keberanian. Kami akan kawal perjuangannya. Rakyat ada di belakang penegak hukum yang jujur,” ujar Zulfikar.

Aksi yang akan digelar hari Senin itu akan diikuti ratusan massa dari mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat pemerhati hukum. Mereka akan berorasi di beberapa titik: Kantor Wali Kota, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, hingga Polres Pematangsiantar.

Selain mendukung langkah kejaksaan, BARA HATI juga menyoroti keberadaan tempat hiburan malam (THM) yang dinilai tidak sesuai peruntukan dan diduga menjadi titik gelap peredaran narkoba serta praktik perdagangan orang (TPPO).

Rangkaian aksi akan ditutup dengan doa bersama.
“BARA HATI tidak akan diam ketika keadilan diinjak. Kami percaya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, hukum akan kembali tegak,” pungkas Zulfikar.

“Besok, rakyat akan bicara: hukum harus berpihak pada kebenaran, bukan pada kepentingan.”

Laporan: Tim GrivMedia