Advertisement

Air Mati, Keluhan Mengalir: Warga Karangsari Desak PDAM Tirtalihou Benahi Pelayanan

Warga Karangsari Simalungun mengeluhkan matinya pasokan air PDAM Tirtalihou yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Simalungun, GrivMedia – Keluhan warga terhadap pelayanan PDAM Tirtalihou kembali mengalir deras, bahkan disebut lebih deras dibanding aliran air yang tak kunjung sampai ke rumah-rumah pelanggan di wilayah Karangsari dan sekitarnya.

Sejak Minggu malam hingga Senin (29/6), pasokan air bersih dilaporkan berhenti total. Saat dikonfirmasi, petugas PDAM wilayah Karangsari menyebut gangguan terjadi akibat kerusakan trafo PLN yang berdampak pada operasional pompa air.

Namun, penjelasan tersebut belum mampu meredakan keresahan warga. Dani, warga Simpang Bak, mengaku kondisi itu membuat aktivitas sehari-hari lumpuh.

“Kalau air mati semua jadi repot. Biasanya saja sudah dijadwal hidupnya, itu pun kurang nyaman. Sekarang mati seharian, semua jadi susah,” ujarnya.

Ia meminta manajemen PDAM Tirtalihou segera mengambil langkah konkret agar gangguan serupa tidak terus berulang.

Keluhan serupa disampaikan Dewi, seorang pedagang di Jalan Anjangsana. Menurutnya, terhentinya pasokan air mengganggu aktivitas usaha.

“Air kok nggak hidup-hidup ini, piye,” keluhnya.

Sementara itu, Nisa, warga Karangsari, menilai gangguan pelayanan sudah terlalu sering terjadi dengan alasan yang hampir sama.

“Kalau bukan petir, mesin rusak. Penanganannya juga lama, bisa sampai berhari-hari. Padahal kami selalu bayar tepat waktu, telat sedikit langsung kena denda,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah warga menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena pelanggan tetap diwajibkan membayar tagihan tepat waktu dan dikenakan denda apabila terlambat, sementara pelayanan air dinilai belum optimal.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, konsumen berhak memperoleh kenyamanan, keamanan, dan pelayanan yang layak. Warga juga menilai PDAM perlu memberikan informasi yang transparan apabila terjadi gangguan distribusi, termasuk mempertimbangkan bentuk kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku apabila pelayanan tidak terpenuhi.

Selain itu, warga berharap PDAM mempercepat pembenahan infrastruktur, terutama di kawasan dataran tinggi yang selama ini kerap mengalami persoalan tekanan air rendah. Mereka mengusulkan pembangunan reservoir, penambahan pompa penguat (booster), pemisahan jaringan distribusi, hingga modernisasi pipa agar pelayanan air bersih dapat berlangsung lebih merata.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PDAM Tirtalihou terkait estimasi normalisasi distribusi air maupun langkah kompensasi kepada pelanggan terdampak.

Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *