Samarinda, GrivMedia — Pagi itu, langit di atas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda seolah lebih jernih dari biasanya. Di tengah barisan warga binaan yang memenuhi lapangan, langkah Rahmat Tri Raharjo terasa mantap, bukan sekadar pejabat baru, tapi pembawa semangat baru.
Sepekan sejak resmi menjabat sebagai Kepala Rutan Samarinda, Rahmat turun langsung menyapa dan berdialog dengan para warga binaan. Suaranya lantang namun hangat. “Bapak-ibu semua adalah bagian dari keluarga besar Rutan Samarinda,” ujarnya, Rabu (8/10/2025). “Mari kita jaga rumah ini bersama, demi masa depan yang lebih baik.”
Ucapannya disambut tepuk tangan dan senyum yang, meski terkurung pagar besi, menyiratkan harapan. Rahmat menegaskan, hak-hak warga binaan akan menjadi prioritas utama, dan pembinaan akan menjadi jantung dari kepemimpinannya. “Yang sudah baik kita pertahankan, yang belum baik kita perbaiki,” tuturnya, menandaskan arah barunya: humanis, tertib, dan berkeadilan.
Langkah perdananya disambut positif. Dialog langsung dengan ribuan warga binaan bukan hanya seremonial, tapi simbol bahwa pintu komunikasi kini terbuka lebar. Di bawah terik matahari Samarinda, suasana lapangan Rutan terasa seperti ruang keluarga besar, tempat harapan dan perubahan mulai dijahit kembali.
Dalam setiap tatapan dan jabatan tangan, tersirat pesan: kepemimpinan tak lahir dari jarak, melainkan dari kehadiran. Dan di tangan Rahmat, Rutan Samarinda tampak siap menulis babak baru, dari sekadar tempat hukuman, menjadi ruang pembinaan yang manusiawi.
Laporan: Tim GrivMedia












