Advertisement

Diduga Dibunuh Anak Kandung, Lansia Ditemukan Tewas di Rumahnya di Tomuan

Polisi melakukan olah TKP di rumah seorang lansia yang ditemukan tewas di Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.

Siantar, GrivMedia – Keheningan pagi di Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, pecah oleh penemuan jasad seorang perempuan lanjut usia berinisial B br. S (85) pada Rabu (8/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Polisi kini menyelidiki dugaan pembunuhan yang diduga dilakukan oleh anak kandung korban sendiri.

Kapolsek Siantar Timur, IPTU Edy J.J. Manalu, SH., MH, menjelaskan peristiwa itu bermula sekitar pukul 09.30 WIB saat seorang saksi berinisial K.A. datang ke rumah korban untuk mengantarkan undangan.

Pintu rumah dibuka oleh M br. A, anak korban. Saat menyerahkan undangan, saksi melihat bercak darah di tangan perempuan tersebut. Ketika ditanya penyebabnya, M br. A diduga menjawab, “Ku bunuh orang gila itu.”

Merasa ada yang tidak beres, saksi segera mendatangi Pak RT untuk melaporkan kejadian tersebut. Bersama sejumlah warga, Pak RT kemudian mendatangi rumah korban dan meminta penjelasan kepada M br. A.

M br. A mengaku telah membunuh ibu kandungnya, bahkan memperagakan cara dugaan pembunuhan itu dilakukan.

Saat warga memasuki rumah, korban ditemukan telah tergeletak di lantai dalam kondisi bersimbah darah. Di dekat tubuh korban terdapat sebuah batu gilingan yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Temuan itu langsung dilaporkan ke Call Center 110 Polri.

Tak lama berselang, Kapolsek Siantar Timur bersama personel piket dan Tim Inafis Polres Pematangsiantar tiba di lokasi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengamankan M br. A ke Mapolsek Siantar Timur.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke ruang jenazah RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar dengan bantuan Tim BPBD Kota Pematangsiantar.

IPTU Edy menegaskan, berdasarkan keterangan keluarga, yang mengalami gangguan kejiwaan adalah M br. A, anak korban yang diduga sebagai pelaku, bukan korban.

“Sesuai keterangan keluarga, terduga pelaku memang sudah lama mengalami gangguan kejiwaan dan saat ini telah dibawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. Sampai saat ini kejadian tersebut masih dalam penyelidikan,” ujar IPTU Edy.

Polisi masih mendalami motif dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab peristiwa tragis yang menggemparkan warga Kelurahan Tomuan.

Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi

Iklan Jivantika Berita