Padangsidimpuan, GrivMedia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui program pemberantasan buta huruf. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan peserta magang Batch II sebagai pendamping belajar.
Program tersebut menyasar warga binaan yang masih memiliki keterbatasan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Dengan metode pembelajaran sederhana dan komunikatif, peserta magang memberikan pendampingan intensif agar materi mudah dipahami dan suasana belajar terasa nyaman.
Kepala Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk warga binaan yang mandiri dan siap kembali ke tengah masyarakat. Keterlibatan peserta magang juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat berbagi pengetahuan.
Antusiasme warga binaan terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengaku terbantu dan termotivasi untuk terus belajar, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan dasar yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, Lapas Padangsidimpuan berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang edukatif, humanis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












