Tebing Tinggi, GM – Sabtu, 21 Juni 2025 mendatang, GOR Asber di Tebing Tinggi akan berubah jadi medan distorsi paling eksplosif tahun ini. Festival musik alternatif bertajuk Magnoise 2025 siap mengguncang Sumatera Utara dengan energi “berani bersuara besar” yang diusung komunitas Indie Tebing.
Tak hanya deretan band lokal seperti Kantong Toba, Aceh Corner, Goodfela, Riverside, Sumber Wangi, dan Kenalan, nama besar Burgerkill akan menjadi bintang utama. Band metal asal Bandung itu tampil dalam rangkaian tur Resilient Tour – 30 Years Anniversary, merayakan tiga dekade kiprah mereka di panggung musik keras Indonesia. Sebuah suguhan bersejarah bagi pecinta musik cadas di luar kota-kota besar.
Harga tiket terjangkau: Presale 2 dibanderol Rp60 ribu, dan OTS (on the spot) seharga Rp80 ribu. Titik penjualan tersebar di belasan titik komunitas dari Medan, Tebing Tinggi, Siantar, Galang, Indrapura, Serbelawan, hingga Jaharun. Sejumlah kedai kopi dan toko musik seperti Kopi Jua, Taring Iblis, Vestor, Street Coffee Medan, Black Sweat, Hidden Tea, Pokat Kita, dan banyak lagi, ambil bagian sebagai ticket box official.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Person (WhatsApp):
- Fahmi: 0877-4583-9266
- Dedi: 0813-7566-5060
Magnoise 2025 bukan sekadar konser, tapi gerakan kolektif dari akar rumput. Disokong oleh jaringan media dan komunitas independen seperti Metal Sumatra, BDIM, Teman Tebing, Info Konser Medan, dan lainnya, acara ini menggambarkan semangat resistensi yang dibungkus solidaritas komunitas.
“Ini bukan hanya soal musik, ini soal ruang untuk bersuara, berkumpul, dan menyatakan eksistensi lewat karya,” ujar salah satu pecinta musik keras, kepada media.
Berlaku untuk usia 21 tahun ke atas, Magnoise juga menegaskan pentingnya atmosfer dewasa, aman, dan sehat bagi para pengunjung. Di tengah stagnasi konser arus utama, festival ini muncul sebagai bukti bahwa kultur bawah tanah masih berdenyut kuat, dan kadang, paling jujur.
GOR Asber akan jadi titik kumpul para pemuja gitar berat dan lirik tajam. Di sinilah, suara-suara keras lahir bukan untuk menghancurkan, tapi untuk menyatukan. Tebing Tinggi bersiap: ini waktunya suara kecil berbicara besar.












