Advertisement

Menyusuri Kehidupan di Balik Tembok Lapas, Mahasiswa Hukum UIB Gali Proses Pembinaan Warga Binaan

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Internasional Batam mengunjungi Lapas Batam dan melihat langsung program pembinaan warga binaan.

Batam, GrivMedia – Tembok tinggi dan pintu besi bukan sekadar batas antara kebebasan dan hukuman. Di baliknya, ada proses pembinaan, pemberdayaan, dan upaya menyiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat. Gambaran itulah yang ingin dipahami mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Internasional Batam (UIB) saat mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam, Rabu (4/11).

Kunjungan akademik tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana sistem pemasyarakatan dijalankan, mulai dari tata kelola lapas hingga program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kedatangan rombongan disambut Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Ganda Fernandy, bersama Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Arfianto Indrajaya, serta jajaran pegawai Lapas Batam.

Rekomendasi Produk
Bardi Smart Indoor CCTV Beli Sekarang →

Kegiatan diawali dengan pengenalan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Para mahasiswa kemudian diajak meninjau sejumlah area di dalam lapas untuk menyaksikan pelaksanaan pembinaan kepribadian dan kemandirian.

Peninjauan berlanjut ke kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Di lokasi tersebut, mahasiswa melihat pengelolaan unit usaha perkebunan dan peternakan yang dikembangkan Lapas Batam sebagai bagian dari kegiatan pembinaan keterampilan warga binaan.

Tak hanya mengamati, mahasiswa juga berkesempatan mewawancarai sejumlah warga binaan. Percakapan langsung itu menjadi ruang untuk menggali pengalaman mereka, memahami pelaksanaan program pembinaan, sekaligus melihat kehidupan sehari-hari di lingkungan pemasyarakatan dari sudut pandang orang yang menjalaninya.

Melalui kunjungan ini, Lapas Batam berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai praktik pemasyarakatan, tidak hanya dari teori hukum di ruang kuliah, tetapi juga melalui pengalaman lapangan.

Pertemuan tersebut sekaligus membuka ruang sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan dunia akademik dalam mendukung pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, perubahan perilaku, dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *