Langkat, GrivMedia — Di bawah cahaya lampu Masjid Al-Hadi, lantunan ayat suci menggema, memecah kesunyian di balik dinding Lapas Pemuda Kelas III Langkat. Sejak 8 September lalu, suasana lembaga pemasyarakatan itu berubah: bukan hanya ruang pembinaan, tetapi juga panggung bagi semangat religius yang tumbuh perlahan.
Puncaknya tiba Kamis (11/9/2025), saat perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), adzan, dan ceramah singkat (qultum) digelar untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Warga binaan tampak antusias, mengasah suara, hafalan, sekaligus keberanian menyampaikan pesan kebaikan.
Kalapas Pemuda Langkat, Kenal Purba, menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari pembinaan spiritual. “Ini cara kami menumbuhkan semangat keagamaan sekaligus mendorong perubahan perilaku narapidana. Mereka harus siap kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik,” ujarnya.
Para juara di setiap kategori akan menerima hadiah, sementara seluruh peserta memperoleh catatan positif yang dapat menjadi pertimbangan untuk hak-hak pembinaan, seperti remisi, cuti bersyarat, hingga bebas bersyarat.
Di antara tembok yang biasanya hanya menyimpan cerita kelam, gema ayat suci dan seruan adzan pada hari itu menghadirkan harapan: bahwa setiap jiwa, betapa pun kelam masa lalunya, selalu punya kesempatan untuk pulang dengan hati yang lebih bening.
Tim GrivMedia












