Advertisement

Rutan Tanjung Panen Sawi dan Terong, Bukti Nyata Pembinaan dan Kemandirian Warga Binaan

Rutan Tanjung Panen

Tanjung, GrivMedia – Selasa (4/11), di balik pagar tinggi dan jeruji besi, tumbuh harapan hijau. Di lahan sempit milik Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung, para warga binaan menanam asa bersama tunas-tunas sawi dan terong. Hari ini, hasil kerja keras mereka tiba di puncak: panen rutin tanaman hasil program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Program yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian ini merupakan wujud nyata dukungan Rutan Tanjung terhadap Program ASTA CITA Presiden serta Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan.

Di bawah bimbingan petugas, warga binaan belajar dari dasar, mengolah tanah, menyemai benih, merawat hingga memanen. Meski dengan lahan terbatas, hasilnya tak kecil: 8 kilogram sawi dan 10 kilogram terong berhasil dipanen. Sebagian hasil digunakan untuk menu dapur Rutan, sementara sisanya dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, menyampaikan komitmennya bahwa pembinaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi masa depan.

“Yel-yel Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat benar-benar kami wujudkan. Selain memenuhi kebutuhan internal, hasil panen ini juga kami bagikan kepada keluarga warga binaan dan warga sekitar. Ini bentuk nyata kepedulian sosial kami,” ujarnya.

Bagi para warga binaan, setiap bibit yang tumbuh adalah simbol harapan baru. Salah satu peserta program SAE mengungkapkan rasa syukurnya,

“Kami belajar banyak tentang bercocok tanam. Senang sekali bisa melihat hasil kerja keras kami akhirnya dipanen. Ada rasa bangga dan haru,” tuturnya.

Selain panen, kegiatan di kebun SAE juga diisi dengan perawatan rutin, pembuatan bedengan baru, serta pemberian pupuk cair organik pada tanaman yang belum siap panen. Program ini bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi juga ruang refleksi dan rehabilitasi sosial yang menumbuhkan tanggung jawab, disiplin, serta kerja sama di antara warga binaan.

Dari tanah yang sempit di balik tembok Rutan, tumbuh bukan hanya sayuran, tapi juga kesadaran baru: bahwa pembinaan adalah jalan menuju perubahan dan harapan.

Laporan: Tim GrivMedia