Banten, GM – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK Negeri di Provinsi Banten menuai keluhan pada hari kedua pendaftaran, Selasa, (17/6/25). Orang tua dan calon siswa mengaku kesulitan mengakses sistem daring yang disediakan pemerintah provinsi.
Sejumlah kendala dilaporkan, mulai dari lemahnya jaringan internet di wilayah terpencil hingga sistem aplikasi yang gagal menampilkan pilihan jalur domisili. Akibatnya, banyak peserta tidak bisa melanjutkan proses pendaftaran.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Lukman, mengonfirmasi adanya laporan dari masyarakat. “Keluhan terbanyak berkaitan dengan gangguan sinyal dan kesulitan input data. Kami sedang mengevaluasi untuk memastikan tidak ada hak pendidikan yang terabaikan,” ujar Lukman, Rabu, (18/6/25).
Sebagai respons, Dindikbud membuka opsi pendaftaran manual di sekolah-sekolah untuk mengakomodasi warga yang terkendala teknis. “Kami instruksikan sekolah untuk bantu fasilitasi langsung proses pendaftaran,” imbuhnya.
Minimnya sosialisasi juknis juga menjadi sorotan. Pengamat pendidikan menilai, jika tak segera dibenahi, sistem ini dapat meningkatkan angka anak yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Dua hari saya coba daftar online, aplikasinya error terus,” ujar salah satu orang tua di Curug, Kabupaten Tangerang. “Untung bisa daftar manual di sekolah.”
Pemerintah daerah didesak mempercepat perbaikan sistem dan infrastruktur digital guna memastikan akses pendidikan yang merata di seluruh Banten. (Brata)












