Advertisement

115 Napi High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan, Ditjenpas Perketat Pengamanan Nasional

Pengamanan ketat napi di Nusakambangan oleh petugas keamanan nasional.

Cilacap, GrivMedia – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memindahkan 115 warga binaan kategori high risk dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Senin (20/7). Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat pengamanan dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban di seluruh lembaga pemasyarakatan.

Operasi pemindahan dipimpin Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Ditpamintel) Ditjenpas dengan melibatkan 77 personel gabungan dari Ditpamintel, Satuan Operasional Kepatuhan Internal, Korps Brimob Polri, Polisi Lalu Lintas, serta jajaran Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Sebanyak 79 warga binaan berasal dari Sulawesi Selatan, sementara 36 lainnya dari Jawa Timur. Seluruh proses berlangsung bertahap melalui jalur laut dan darat dengan pengawalan ketat sesuai standar operasional.

Juru Bicara Ditjenpas, Rika Aprianti, menegaskan pemindahan tersebut merupakan implementasi kebijakan risk based placement, yakni penempatan warga binaan berdasarkan tingkat risiko.

“Nusakambangan memiliki fungsi strategis sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi. Penempatan warga binaan high risk di sana bertujuan mengoptimalkan pengamanan sekaligus mendukung pembinaan yang lebih efektif sesuai profil risiko masing-masing,” ujar Rika.

Rombongan tiba di Pelabuhan Wijayapura, Cilacap, pada Senin dini hari pukul 01.20 WIB, kemudian menyeberang menuju Pelabuhan Sodong, Nusakambangan, dan seluruh warga binaan beserta petugas tiba dengan selamat sekitar pukul 01.40 WIB.

Ditjenpas menegaskan kebijakan pemindahan warga binaan berisiko tinggi akan terus dilakukan secara terukur sebagai bagian dari penguatan sistem pengamanan nasional di lingkungan pemasyarakatan. Langkah tersebut juga menjadi wujud komitmen membangun sistem pemasyarakatan yang profesional, adaptif, serta mampu menjaga keamanan masyarakat.

Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi

Iklan Jivantika Berita