Klaten, GrivMedia — Riak air kolam di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten pecah perlahan saat ribuan benih lele ditebar, Senin (11/5). Di sudut lain, bibit bebek mulai dilepas ke kandang budidaya. Langkah sederhana itu menjadi penanda dimulainya program pembinaan produktif hasil kolaborasi Lapas Klaten bersama CV Pandawa.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Lapas Klaten beserta jajaran pegawai dan CEO CV Pandawa. Program budidaya lele dan bebek itu diarahkan untuk memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Klaten mengatakan, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan kedisiplinan, tetapi juga harus memberi keterampilan nyata yang dapat menjadi bekal setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat. Melalui program SAE, warga binaan dilibatkan langsung dalam pengelolaan budidaya perikanan dan peternakan.
Sementara itu, pihak CV Pandawa mengapresiasi sinergi yang terjalin bersama Lapas Klaten. Kerja sama tersebut diharapkan mampu berjalan berkelanjutan serta memberi manfaat konkret bagi pengembangan program pembinaan produktif di dalam lapas.
Program SAE produktif ini menjadi bagian komitmen Lapas Klaten menghadirkan pembinaan yang edukatif, bernilai ekonomi, dan berorientasi pada kemandirian warga binaan.
Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi












