Pekanbaru, GM – Dari balik jeruji besi Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai terdapat potensi terpendam, atas binaan dari Lapas, para warga binaan mampu memproduksi pagar besi yang akan digunakan dalam program ketahanan pangan.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar menunjukkan keterampilan; mereka membuktikan bahwa program pembinaan di Lapas Narkotika Rumbai dapat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala Lapas (Ka. Lapas) Narkotika Rumbai, Henri Alfa Edison Damanik, menjelaskan bahwa program pembinaan merupakan bekal keterampilan, yang akan dapat digunakan kelak setelah berakhirnya masa binaan.
“Dalam hal ini, para warga binaan dilatih menggunakan peralatan dan teknik pengelasan secara profesional. hasilnya, pagar besi yang dihasilkan bukan hanya berkualitas tinggi, tetapi juga tahan lama,” ungkap Kalapas, Senin, (2/12/24).
Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Budi Argap Situngkir, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian seperti ini layak dijadikan contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di seluruh Indonesia.
Program ini memberikan keterampilan yang berguna, yang dapat membantu para warga binaan untuk hidup mandiri setelah bebas.












