Jakarta, GM – Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta terus mengembangkan program pembinaan kemandirian warga binaan. Salah satu yang kini digencarkan adalah budidaya ikan nila melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Kegiatan budidaya dilakukan secara intensif, mulai dari penyiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, hingga panen. Para warga binaan dilibatkan langsung untuk membangun keterampilan dan karakter disiplin, tanggung jawab, serta kerja sama.
Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Dr. Syarpani, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi reintegrasi sosial. “Kami membekali warga binaan dengan keterampilan yang bisa diterapkan setelah bebas. Harapannya, mereka mandiri secara ekonomi dan tidak mengulangi kesalahan,” ujarnya, Sabtu (13/7/25).
Program ini turut mendukung ketahanan pangan dan merupakan implementasi dari salah satu dari 13 akselerasi menteri imigrasi dan pemasyarakatan, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto, khususnya pada aspek pembinaan kemandirian.
Dengan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Lapas Narkotika Jakarta berharap budidaya ikan nila bisa menjadi simbol perubahan positif — bahwa harapan tetap bisa tumbuh, bahkan dari balik jeruji.












